Beranda · MOHABBATEIN · VIDEO · SERIAL
loading...

Anandhi: Gehna Yang Kian Curiga Terhadap Jagdish dan Anandhi


SINOPSIS

Anandhi: Gehna Yang Kian Curiga Terhadap Jagdish dan Anandhi

Kecurigaan Gehna kian bertambah ketika melihat Anandi dan Jagdish tak saling bicara

Ketika Anandi sedang bersiap-siap, ia ingat kata-kata kasar Jagdish yang memintanya untuk menerima keadaan mereka yang seperti bumi dan langit. Sedangkan Kalyani yang cemas menunggu Jagdish, mulai menginstruksikan menantunya apa yang harus dilakukan ketika cucunya pulang.
Bhairon meminta Jagdish untuk menyegarkan diri dan bergabung untuk makan siang, di saat yang sama Gehna bertanya kepada Anandi mengapa ia tak segera menyusul Jagdish yang mungkin memerlukan sesuatu. Gehna lalu memberi tahu Sumitra jika Jagdish dan Anandi terlihat tidak saling berbicara, dan ia pun hanya bisa menjawab ceita Gehna dengan bercerita tentang bagaimana ia menikmati kehidupan pernikahan.


Sementara itu, Jagdish berkali-kali mencoba untuk meyakinkan Anandi. Tetapi ia tak mendapatkan respon apapun dari Anandi, sehingga ia memintanya untuk melupakan semuanya karena perilaku diamnya tersebut dapat menciptakan pertanyaan dari anggota keluarga. Jagdish seperti tak sadar, jika permintaannya tersebut makin membuat Anandi sakit hati.
Meskipun merasa sakit, tetap saja Anandi mampu menenangkan Jagdish dan ia mengaku sedang mencoba yang terbaik untuk sejajar dengan teman-teman Jagdish di sekolah kedokteran. Setelah itu, Jagdish hanya bisa diam sambil memendam rasa bersalah.
Esok harinya, teman-teman sekolah Jagdish datang ke rumah, tapi Jagdish justru menolak menemui mereka. Tak lama kemudian, Jagdish setuju menemui Lal singh di jalan. Jagdish kemudian mulai terkenang masa lalu bersama Lal Singh, dan selain itu ia merasa tak ada yang berubah dalam diri sahabatnya tersebut. 
(mth)

BACA SELANJUTNYA


Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Anandhi: Gehna Yang Kian Curiga Terhadap Jagdish dan Anandhi"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

loading...