Beranda · MOHABBATEIN · VIDEO · SERIAL
loading...

Adegan Romantis Mohabbatein Episode 128

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNs-PNHP9YluLCep50o41PgqnzhSiRBKYgzsCFbm7ezNO5ZcThJnpV0e6Pvi7OkzSNbo8RdZg0GYb1Le7Tp6MDS5L_ow5vfOWH4tnaDPKcvwQPEC1EIk8rcHyCRTOZWYb9nSTp8SVvzlI/s1600/okke.jpg
SINOPSIS

Raman bergegas beralih ke dapur sambil berkata “Aku lapar ! Apakah tidak ada yang bisa dimakan disini ?” ujar Raman sambil membuka lemari es “Apakah aku boleh membuatkan sesuatu ?” sahut Ishita “Sekarang inilah hidupku, makan makanan yang kamu masak, hidup seperti apa ini ?”, “Kenapa kamu begitu banyak mengeluh ?” tanya Ishita heran, tiba tiba listriknya mati Adegan Romantis Mohabbatein Episode 128  “Wow ! Hari yang buruk dalam hidupku !”, “Raman, tenanglah, aku akan mengambil lilin” ketika Ishita melangkah tiba tiba sepatunya tergelincir, Raman langsung memegangnya, mereka berdua saling memandang satu sama lain cukup lama, lalu Raman berkata “Berdiri baik” ujar Raman sambil menegakkan Ishita “Maafkan aku”, “Aku akan mengambil lilinnya” ujar Raman “Apakah tadi aku bilang tidak jelas ?”, “Aku punya senter di ponselku“ ujar Raman sambil menyalakan senter di ponselnya “Hati hati, Raman”, “Ini adalah rumahku, aku bisa berjalan dengan mata tertutup” tapi tiba tiba Raman tersandung sesuatu dan terjatuh, 
Ishita berteriak “Raman, ada apa ?”, “Tidak ada apa apa, ponselku saja yang jatuh !” teriak Raman dari kejauhan “Tapi kenapa begitu berisik ?”, “Aku jatuh diatas ponselku juga” Ishita tertawa geli begitu mendengarnya, tak lama kemudian Raman menyalakan lilin “Sekarang apa yang mau kita masak ?”, “Makanan vegetarian” ujar Raman kesal “Kalau begitu kamu bisa memesannya”, “Bagaimana bisa aku memesannya, rumahnya terkunci” sahut Raman “Hanya ada suji sekarang”, “Itu lebih baik daripada mati kelaparan” Raman membantu Ishita memasak, ketika Ishita hendak mengambil pisau, tanpa sengaja jemarinya teriris pisau

“Waah darahnya keluar”, “Aku harus mati kelaparan sekarang” sindir Raman kesal 
“Darahmu keluar banyak sekali, jika terus mengalir, kamu bisa mati” Raman lalu memegang tangan Ishita dan mengeluarkan saputangannya kemudian mengikatkannya ditangan Ishita yang terluka “Sekarang apa ?”, “Kamu seharusnya bertanya yang lainnya, sekarang aku akan membimbing kamu dan kamu yang masak” ujar Ishita “Ya sudah, minggir, katakan padaku apa yang harus aku lakukan ?” tak lama kemudian Raman mulai memotong motong sayuran dan bawang merah, Ishita tersenyum melihat suaminya memasak, Ishita mencoba membantunya dengan tangan kirinya, mereka kemudian memasak bersama sama, mereka membuat Suji ka Ukma 
Sementara itu seorang pencuri sedang melintas di apartemen tersebut sambil berkata “Listrik selalu mati di Delhi, mari kita mulai” pencuri itu pura pura menjadi pemulung dengan memunguti botol botol plastik, saat itu ada beberapa orang sedang ngobrol dengan penjaga gedung, dia mendengar kalau keluarga Bhalla sedang keluar semua jadi tidak ada siapapun di apartemen 302, sedangkan di apartemen keluarga Bhalla, Raman dan Ishita sedang menikmati makan malam mereka berdua “Aku tidak suka Ukma ini”, “Hmm rasanya enak sekali” ujar Ishita senang “Aku mau menaruh mentega di dalamnya” Raman sangat kesal “Heei jangan ditambah dengan bumbu Punjabi ! Sudah taruh saja disitu kalau kamu tidak suka”, “Iya benar ! Aku akan sekarat karena kelaparan” ujar Raman dengan raut mukanya yang jengkel


Saat itu pencuri ke dalam apartemen mereka melalui jendela yang terbuka di salah satu kamar “Raman, apakah kamu mendengar sesuatu ?”, “Mungkin sesuatu terjadi diluar sana, sudah makan saja” namun sesaat kemudian mereka mendengar lagi suara itu di kamar nyonya Bhalla “Raman, itu mungkin pencuri !”, “Mungkin juga !” bisik Raman “Kalau begitu pergi sana dan lihat apa itu ?”, “Jika dia menyerang aku bagaimana ?” Ishita tertegun “Jadi kamu takut ? Kalau dia mungkin lebih tinggi dari kamu ?” sindir Ishita “Apakah kamu lupa kalau aku telah menyelamatkan kamu dari para preman itu ?” kemudian Raman bergumam pada dirinya sendiri “Aku lebih takut pada dirinya ketimbang seorang pencuri, ada baiknya kalau aku memberinya uang dan menyuruhnya untuk membawa kamu pergi juga bersamanya” gumam Raman kesal “Raman, ayoo pergi dan lihat !”, “Iya iya aku ini kesana !” bentak Raman kesal sambil perlahan lahan menuju ke kamar ibunya

BACA SELANJUTNYA


Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Adegan Romantis Mohabbatein Episode 128"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

loading...